Friday, March 25, 2016

Manajemen Keuangan(Pertanyaan Seputar Manajemen Kas)

Nama         : Muhammad Kholil Jaya
Stanbuk     : B1B114227
Kelompok           : 7

Pertanyaan :


1.      Jelaskan beberapa motif memegang kas!
Jawab :

a.       Motif Transaksi.
Kas diperlukan untuk memenuhi kebutuhan transaksi. Transaksi perusahaan berasal dari penjualan, yang berarti perusahaan menerima kas. Sementara itu, perusahaan harus rnembayar gaji pegawai, membeli bahan mentah, membayar utang dagang. Kas keluar dan kas masuk tidak selalu tersinkronisasi. Jika kas keluar lebih besar dibandingkan dengan kas masuk,p erusahaan bisa menghadapi masalah likuiditas. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan harus memegang kas. Alternatif untuk memperoleh kas adalah dengan menjual surat berharga. Tetapi alternatif tersebut menimbulkan biaya transaksi.
b.      Motif Berjaga-jaga
Alasan lain memegang kas adalah untuk berjaga-jaga menghadapi ketidakpastian di masa mendatang. Sebagai contoh, jika perusahaan tiba-tiba harus mengeluarkan kas yang cukup besar, perusahaan harus mempunyai kas. Jika tidak perusahaan tidak bisa membayar kebutuhan mendadak tersebut. Altematif lain adalah dengan rnemperoleh pinjaman standby lout atau line of credit (rekening koran). Tetapi untuk altematif tersebut harus mengeluarkan biaya komifnen, meskipun uang tersebut tidak dipakai.
c.       Kebutuhan di Masa Mendatang.
Kebutuhan kas bisa meningkat pada saat ada kejadian-kejadian tertentu di rnasa merdatang. Sebagai contoh, jika perusahaan berencana meluncurkan produk baru"peluncuran tersebut akan memakhn kas cukup substansial. Perusahaan dengan demikian akan "menimbun" kas untuk persiapan peluncuran produk baru tersebut.
d.      Saldo Kas Minimal (Compensating Balances). Bank seringkali mensyaratkan saldo minimal yang harus tetap berada di rekening perusahaan di bank. Sebagai contoh, jika perusahaan mernbuka rekening tabungan, maka perusahaan harus memegang sejumlah saldo minimal tertertu. Karena itu saldo kas tidak mungklin ditekan sarnpai nol. Persyaratan saldo kas minimal tertentu tersebut tentu akan berpenganrh terhadap saldo kas perusahaan.


2.      Jelaskan inti dari manajemen kas!
Jawab :

Inti manajemen kas yaitu bagaimana mengelola kas, agar tidak terjadi kelebihan dana yang berarti terjadi kemacetan dalam usaha, dan tidak pula terjadi kekurangan karena itu dapat berarti suatu perusahaan tidak berjalan dengan baik, intinya bagaimana mengelola kas kita agar dapat terpenuhi pada saat perusahaan membutuhkan kas. Kelebihan kas dapat dikatakan baik, apbila ada resiko dimana perusahaan dapat mengatasi resiko tersebut, tetapi kelebihan kas yang tidak dikatakan baik apabila dari keuntungan, yang perusahaan tidak mampu mengelola kasnya

3.      Jelaskan cara mempercepat pemasukan kas!
Jawab :

a.       Penjualan Kas.
Cara ini tentunya merupakan cara yang paling langsung. Dengan penjualan kas, tanpa piutang, manajer keuangan akan memperoleh kas. Piutang atau kredit hanya akan menunda penerimaan kas. Tetapi piutang atau penjualan kredit kadang-kadang diperlukan untuk meningkatkan penjualan, dan dengan demikian meningkatkan keuntungan perusahaan. Apabila pesaing-pesaing perusahaan menawarkan penjualan kredit, maka perusahaan yang menawarkan hanya penjualan tunai akan berada dalam posisi persaingan yang kurang menguntungkan. Dengan demikian penjualan kredit diperlukan tetapi harus ada cara-cara untuk mempercepat pemasukan kas dari penjualan kredit temebut.
b.      Potongan Kas (Cash Discount).
Potongan kas ditujukan untuk mempercepat pembayaran piutang oleh pembeli/pelanggan perusahaan. Term atau persyaratan potongan kas biasanya adalah 1/10 - n/30. Penawaran semacam itu bisa dibaca sebagai" Perusahaan menawarkan potongan( discount) sebesar 1 % ,apabila pelanggan bersedia membayar dalam jangka waktu l0 hari.
c.       Desentralisasi Pusat Penerimaan Pembayaran.
Misal pelanggan tersebar secara geografis, dan pelanggan mempunyai kebiasaan menggunakan pos wesel sebagai alat pembayaran, atau cek pribadi pada negara-negara maju.
d.      Lockboxes,
Lockboxes mempunyai ide yang sama dengan concentration banking.Misalkan pembeli tersebar ke dalam pelosok-pelosok kota. Cara mempercepat pembayaran mereka adalah dengan mendirikan kotak-kotak penerimaan yang ditaruh di kantor pos.Pelanggan cukup memasukkan pembayaran dI kotak di kantor pos yang terdekat. Pelanggan tidak perlu pergi ke kantor pusat untuk melunasi tagihan mereka. Kemudian setiap periode tertentu (misal, setiap hari atau dua hari sekali petugas perusahaan berkeliling untuk mengumpulkan pembayaran dalam kotak-kotak tersebut. Dengan cara tersebut  pembayaran bisa dipercepat.


4.      Jelaskan cara memperlambat pengeluaran kas!
Jawab :

1.      Pembelian dengan Kredit.
Pembelian dengan kedit berarti supplier mendanai lebih dulu pembelian yang dilakukan oleh perusahaan. Perusahaan dengan demikian mempunyai kesempatan untuk menunda pengeluaran kas. Biasanya pembelian kredit akan lebih mahal dibandingkan dengan pembelian tunai. Untuk itu perusahaan bisa menghitung manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pembelian kredit tersebut. Apabila manfaat dari penundaan tersebut lebih besar dibandingkan dengan biaya yang timbul karena harga kredit yang lebih mahal, maka altematif pembelian dengan kredit bias dilakukan.

2.      Memanfaatkan Float
Float merupakan selisih perbedaan saldo bank dengan saldo kas perusahaan M.isalkan perusahaan mempunyai saldo kas Rp l juta. Kemudian perusahaan mengeluarkan cek sebesar Rp 300.000,00. Saldo kas perusahaaan  akan dicatat Rp 700.000,00(Rp l juta- Rp 300.000,00). Tetapi saldo bank tidak langsung menjadi Rp 700.000,00, karena cek tersebut biasanya tidak langsung diuangkan. Ada tenggang waktu untuk menguangkan cek. Apabila perusahaan bisa menaksir nilai float setiap periodenya dengan cukup akurat, maka float tersebut bisa dimanfaatkan sebagai sumber dana. mempunyai perjanjian khusus dengan bank.

3.      Menggunakan Draft.
Draft merupakan tanda bayar yang harus diotorisasi oleh pihak perusahaan untuk kemudian dibayarkan. Istilah kas bon sering digunakan. Dalam kas bon, apabila ada tagihan datang akan dibuatkan surat pembayaran, yang kemudian baru bisa diuangkan beberapa hari kemudian. Manfaat lain dari cara semacam itu adalah untuk pengendalian keuangan perusahaan.

4.      Pembayaran Secara Sentral.
Dalam cara ini, setiap tagihan yang datang ke cabang perusahaan akan disertakan ke pusat untuk dimintakan otorisasi. Setelah pusat memberikan otorisasi, bank kemudian diserahkan lagi ke cabang dan kemudian bisa dibayarkan. Dengan cara semacam itu pembayaran bisa ditunda. Surat tagihan yang dibawa ke pusat dan dikembalikan lagi akan memakan waktu. Manfaat lain dari cara semacam itu adalah pengendalian keuangan yang lebih baik" sehingga supplier diharapkan akan lebih memahami prosedur semacam itu.

5.      Cek Dibayar pada Hari Tertentu.
Cek bisa dipakai untuk memperlambat pembayaran kas. Misalkan, gaji pegawai dibayar dalam bentuk cek, yang dibayar pada hari Jumat. Biasanya cek tidak langsung diuangkan, apalagi hari Jumat merupakan hari pendek.


5.      Jelaskan model persediaan untuk kas (modal Baumol)!
Jawab :

Model persediaan untuk kas (modal Baumol) yaitu Pada awal periode, saldo yang diperoleh. Kemudian kas digunakan dengan tingkat penggunaan yang konstan, sampai akhimya menjadi nol. Pada saat titik nol tersebut, saldo kas diisi kembali dengan kas yang diperoleh tadi. Proses tersebut kemudian berulang kembali. Untuk menghitung saldo kas optimal, kita perlu mengetahui biaya yang berkaitan dengan penyimpanan kas. Setelah itu kita bisa meminimalkan biaya tersebut. Dengan kata lain, tujuan dari model ini adalah menghitung saldo kas yang optimal, yaitu saldo kas yang bisa meminimalkan total biaya transaksi.


6.      Jelaskan model Miller-On untuk menghitung saldo kas optimal!
Jawab :

Untuk menghitung saldo kas dengan menggunakan model Miller-On, langkah-lahgkahnya yakni:.
a.       Menentukan batas minimal, apakah 0 atau jumlah tertentu yang menjadi jumlah minimal yang aman (minimum safety).
b.      Menghitung standar deviasi aliran kas harian. standar deviasi tersebut bias dihitung dengan menggunakan data historis aliran kas bersih harian.
c.       Menentukan tingkat bunga harian.
d.      Memperkirakan biaya transaksi pembelian/penjualan surat berharga.
Miller dan Orr melakukan empat langkah tersebut untuk menguji model mereka, dengan menggunakan data sembilan bulan untuk saldo kas perusahaan besar. Model mereka bisa menghasilkan rata-rata kas harian yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan saldo kas sesungguhnya yang diperoleh dari  perusahaan.Denggan kata lain, model mereka bisa menghasilkan saldo kas yang lebih optimal dibandingkan saldo kas yang dipunyai oleh perusahaan-perusahaan dalam penelitian mereka.


7.      Jelaskan beberapa altematif investasi untuk surplus kas!
Jawab :

Beberapa altematif investasi untuk surplus kas yaitu bisa dilakukan dengan menggunakan anggaran kas. Dalam anggaran kas, manajer keuangan akan memperkirakan kas masuk dan kas keluar di masa mendatang. Kemudian saldo-kas akan diperoleh dengan mengurangkan kas keluar terhadap kas masuk. Jika saldo kas yang diperoleh lebih besar dari target saldo kas, maka perusahaan sudah harus bersiap-siap mencari alternatif investasi ketebihan kas tersebut. sebaliknya jika saldo kas yang diperoreh ternyata lebih kecil dari target saldo kas, maka perusahaan harus bersiap-siap mencari altematif untuk memperoleh kas tambahan, misal dari pinjaman jangka pendek. Dengan demikian anggaran kas bisa dipakai untuk merencanakan alternative di masa mendatang, mensinkronkan aliran kas masuk dengan kas keluar, dan pada akhirnya memelihara kas optimal yang meminimilkan saldo kas dan menekan risiko likuiditas.




Problem :


1.      Perusahaan di lndonesia yang kecil-menengah tidak banyak yang mempunyai akses pada surat berharga. Bagaimana menggunakan formula Miller-On dalam situasi tersebut? Bagaimana jika surat berharga diganti menjadi pinjaman?

Jawab :
A dalam formula miller-orr untuk menentukan saldo kas harian dalam perusahaan diperlukan surat berharga. Jika saldo kas harian perusahaan tersebut menyentuh saldo nol maka surat berharga harus dijual agar dapat menambah saldo kas harian. Dan jika saldo kas harian itu sangat tinggi maka surat berharga itu harus dibeli agar saldo kas tidak terlalu tinggi (rata-rata)
B jika surat berharga diganti menjadi pinjaman maka disaat saldo harian di perusahaan tersebut menyentuh saldo nol maka perusahaan harus melakukan pinjaman untuk menambah saldo kas harian. Jika saldo harian perusahaan sangat tinggi maka perusahaan harus membayar pinjaman


2.      Apakah upaya-upaya mempercepat pemasukan kas dan memperlambat pengeluaran kas seperti yang diceritakan di atas (termasuk yang jadi sasaran adalah karyawan perusahaan) cukup etis dilakukan? Diskusikan!

Jawab :
Upaya-upaya dalam mempercepat  pemasukan kas dan memperlambat pengeluaran kas tidak etis karena manejer harus ingat batasan yang perlu diketahui reputasi perusahan tidak turun ,dimana manejer bisa saja tidak membayar kewajibannya sehingga dapat menunda pembayaran tetapi cara semacam itu tidak etis dan dapat merusak reputasi perusahaan


3.      Misalkan perusahaan sedang mengevaluasi penggunaan lock-boxes. Jika perusahaan menggunakan lock-boxes, float bisa dikurangi dengan 3 hari. Jumlah pembayaran perharinya adalah 200 kali. Nilai pembayaran rata-rataa dalah Rp 200.000,00 per pembayaran. Fee unit lock-boxes (biaya instalasi) tersebut adalah Rp 800.000,00 (biaya tetap). Biaya variabel adalah Rp5,00 per transaksi. Tingkat bunga adalah 8 %  per tahun. Apakah usulan penggunaan lock-boxes tersebut sebaiknya diterima?

Jawab :

v  Mempercepat aliran kas
a.       Penjualan Kas.
Dalam penjualan kas dapat mempercepat pemasukan kas tanpa piutang
b.      Potongan Kas (Cash Discount).
Dalam potongan kas dapat mempercepat pengumpulan uang dari pembayaran piutang oleh pembeli atau pelanggan perusahaan
c.       Desentralisasi Pusat Penerimaan Pembayaran
Dalam Desentralisasi Pusat Penerimaan Pembayaran dapat membantu perusahaan dalam penerimaan pembayaran dengan cepat
d.      Lockboxes
Dalam lockboxes dapat membantu perusahaan dalam mempercepat pembayaran mereka dengan mendirikan kotak/box penerimaan yang di taruh pada kantor pos.dalam cara memperlambat pengeluaran kas perusahaan mempunyai kesempatan yang lebih lama untuk menggunakan kas.
v  Cara  memperlambat pengeluaran kas yaitu:
ü  Pembelian dengan Kredit
perusahaan Pembelian dengan kedit berarti supplier mendanai lebih dulu pembelian yang dilakukan oleh perusahaan
ü  Memanfaatkan Float
Float merupakan selisih perbedaan saldo bank dengan saldo kas perusahaan.
ü  Menggunahan Draft.
Draft merupakan tanda bayar yang harus diotorisasi oleh pihak perusahaan untuk kemudian dibayarkan.
ü  Pembayaran Secara Sentral.
Dalam cara ini, setiap tagihan yang datang ke cabang perusahaan akan disertakan ke pusat untuk dimintakan otorisasi. Setelah pusat memberikan otorisasi, bank kemudian diserahkan lagi ke cabang dan kemudian bisa dibayarkan. Dengan cara semacam itu pembayaran bisa ditunda. Surat tagihan yang dibawa ke pusat dan dikembalikan lagi akan memakan waktu. Manfaat lain dari cara semacam itu adalah pengendalian keuangan yang lebih baik" sehingga supplier diharapkan akan lebih memahami prosedur semacam itu.
ü  Cek Dibayar pada Hari Tertentu.
Cek bisa dipakai untuk memperlambat pembayaran kas. Misalkan, gaji pegawai dibayar dalam bentuk cek, yang dibayar pada hari Jumat. Biasanya cek tidak langsung diuangkan, apalagi hari Jumat merupakan hari pendek.



4.      Misalkan varians aliran kas masuk harian = 800, biaya transaksi kas kesurat berharga atau sebaliknya = zs, tingkat bunga surat berharga 20%  per tahun. Berdasarkan model Miller dan Orr berapa batas atas? Jika kas perusahaam nencapai 900, apa yang harus dilakukan?.Jika kas perusahaan mendekati 0, apa yang harus dilakukan?( satu tahun ada 365 hari).

Jawab :
usulan penggunaan lock-boxes tersebut sebaiknya ditolak karena akan merugikan perusahaan yang memanfaatkan float dengan menggunakan  lock-boxes, dilihat dari pendapatan perusahaan yang lebih kecil dari pada pendapatan lock-boxes ( dari fee biaya tetap yang didapatkan dari perusahaan pengguna lock-boxes) dengan setelah memasukan biaya variabel Rp 5,00 per transaksi dengan tingkat bunga 8% pertahun.


Tugas Pemasaran (REKAYASA PRODUK DAN PASAR)

Tugas Manajemen Pemasaran




REKAYASA PRODUK  DAN PASAR





OLEH :
MUHAMMAD KHOLIL JAYA
B1B114227






MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2015






A.   Rekayasa P roduk

Rekayasa produk disebut juga dengan rekayasa sietem yang merupakan aktivitas pemecahan masalah. Data, fungsi, dan perilaku produk yang diinginkan dicari, dianalisis, dibuat model kebutuhannya, kemudian dialokasikan ke komponen rekayasa. Selanjutnya komponen-komponen ini disatukan dengan infrastruktur pendukungnya sampai produk tersebut jadi. Komponen rekayasa disini seperti perangkat lunak, perangkat keras, data (basisdata) dan manusia. Sedangkan infrastruktur pendukung berupa teknologi yang dibutuhkan untuk menyatukan komponen dan informasi. Sebagian besar produk dan sistem yang baru masih samar akan fungsi yang dibutuhkan. Oleh karena itu, perekayasa sistem harus membatasikebutuhan produk dengan mengidentifikasi ruang lingkup fungsi dan kinerja yang diinginkan dari sistem atau produk tersebut. Dalam rekayasa produk ada beberapa aktivitas yang akan dilakukan untuk mengetahui data, fungsi dan perilaku produk yang diinginkan sebelum pengembangan produk dilakukan diantaranya adalah:

1.      Analisa Sistem

Tujuan dilakukan analisa sistem adalah
v  Mengidentifikasi kebutuhan pelanggan.
v  Mengevaluasi kelayakan sistem.
v  Melakukan analisis teknis dan ekonomis,
v  Mengalokasikan fungsi-fungsi untuk perangkat lunak, perangkat keras,
v  basisdata, manusia, dan elemen sistem yang lain.
v  Membuat batasan biaya dan jadwal.
v  Menentukan definisi sistem yang menjadi dasar kerja bagi komponen sistem baik perangkat lunak, perangkat keras, basisdata dan manusia.

2.      Identifikasi Kebutuhan

Langkah pertama dari aktivitas analisa sistem adalah analisa kebutuhandengan mengidentifikasi kebutuhan dari pelanggan. Mengidentifikasikan kebutuhan ini dilakukan dengan melakukan pertemuan antara seorang analis dengan pelanggan. Seperti halnya rekayasa informasi, tujuan dari pertemuan ini untuk memahami sasaran produk dan menentukan tujuan dibangunnya sebuah produk supaya sasaran tersebut tercapai. Setelah tujuan ditentukan, analis akan melanjutkan aktivitas evaluasi informasi. Berikut ada beberapa pertanyaan yang dapat digunakan untuk membantu mengevaluasi informasi dari sistem atau produk yang akan dibangun.

v  Adakah teknologi untuk membangun sistem?
v  Batasan apa saja yang akan dialokasikan terhadap jadwal dan biaya?
v  Pengembangan dan sumber daya apa saja yang dibutuhkan?

Jika sistem atau produk yang akan dibangun berupa produk yang akan dijual ke pelanggan, ada beberpa pertanyaan yang bisa diajukan yaitu :

v  Bagaimana produk tersebut dapat bersaing dengan produk yang telah ada?
v  Pasar apa saja yang potensial bagi produk yang akan dibangun?

Setelah semua informasi dikumpulkan pada aktivitas identifikasi kebutuhan.Informasi tersebut akan dispesifikasikan dalam sebuah dokumen konsep.
3.      Studi Kelayakan

Pengembangan sistem atau produk berbasis komputer lebih banyak terganggu dengan kurangnya sumber daya dan waktu penyelesaian dan penyampaian produk. Oleh karena itu, perlu dilakukan lebih awal evaluasi terhadap kelayakan sebuah proyek pengembangan sistem atau produk tersebut. Berikut ada empat studi kelayakan yang dapat dievaluasi.

a)      Kelayakan Ekonomis
Studi mengenai evaluasi biaya pengembangan dengan keuntungan yang diperoleh dari sistem atau produk yang dikembangkan.

b)      KelayakanTeknis
Studi mengenai fungsi, sasaran dan kinerja yang perlu dipertimbangkanyang dapat mempengaruhi kemampuan sistem yang akan dikembangkan.

Pertimbangan yang dihubungkan dengan kelayakan teknis meiputi :
v  Resiko pengembangan
v  Keberadaaan sumber daya
v  Teknologi

c)      Kelayakan Legal
Studi mengenai pertimbangan yang perlu dilakukan mengenai kontrak, pelanggaran atau liabilitas yang akan dihasilkan dari sistem yang akan dikembangkan.

d)     Alternatif
Studi mengenai evaluasi pendekatan alternatif pada pengembangan system atau produk.
Hasil dari studi kelayakan akan menentukan proyek dilanjutkan atau dihentikan. Hasil studi kelayakan akan didokumentasikan terpisah dan dilampirkan pada dokumen spesifikasi sistem.

4.      Analisis Ekonomis

Analisis biaya dan keuntungan merupakan salah satu informasi analisa ekonomis yang paling penting yang diisikan dalam studi kelayakan. Analisis biaya dan keuntungan menggambarkan biaya pengembangan proyek dan membandingkannya dengan keuntungan yang akan diperoleh dari pengembangan sistem.

Analisis biaya dan keuntungan berbeda antara sistem yang satu dengan yang lainnya tergantung dari karakteristik dari sistem yang akan dikembangkan dan ukuran proyek. Keuntungan yang diperoleh dari pengembangan sistem tidak hanya berupa hal yang bisa diukur. Keuntungan yang tidak bisa diperoleh dari pengembangan proyek seperti kepuasan pelanggan, keputusan bisnis yang lebih baik, kualitas desain yang lebih baik dan lainnya. Hasil dari analisa ekonomi didokumentasikan menjadi satu dalam dokumen studi kelayakan

5.      Analisis Teknis

Pada aktivitas analisis teknis, seorang analis melakukan evaluasi secara teknis terhadap sistem serta mengumpulkan informasi mengenai reliabilitas, kinerja, pemeliharaan dan produktifitas dari sistem yang akan dikembangkan. Analisis meliputi penilaian viabilitas teknis dari sistem seperti teknologi apa yang akan dibutuhkan untuk membangun sistem, materi, metode, algoritma atau proses baru apa yang diperlukan oleh sisem, bagaimana masalah teknologi mempengaruhi sistem dan bagaimana resiko pengembangan sistem. Pemodelan matematis atau teknik optimasi pada saat analisis teknis dapat digunakan untuk mempermudah analis dalam menggambarkan sistem yang akan dikembangkan. Menurut Blanchard dan Fabrycky ada beberapa criteria penggunaan model selama analisis teknis pada sistem, yaitu:

v  Model harus mewakili sistem yang sedang dievalusi dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami.
v  Model harus menggambarkan faktor-faktor yang relevan dengan masalah yang ada dan hindari faktor yang tidak penting.
v  Model harus dibuat komprehensif dengan memasukkan semua factor yang relevan dan sistem harus mampu memberikan hasil yang sama.
v  Desain   model   harus   sederhana   supaya   memungkinkan pengimplementasian yang tepat waktu dalam pemecahan masalah.
v  Desain model harus dapat mengantisipasi faktor-faktor yang memungkinkan adanya modifikasi dan atau perluasan terjadi pada sistem.

Hasil dari analisis teknis meruapakan dasar apakah pengembangan sebuah sistem akan diteruskan atau dihentikan.

beberapa contoh aneka produk karya rekayasa inovatif yang menggunakan teknologi tepat guna antara lain, seperti berikut.
a.       Alat pencetak briket
Alat pencetak briket adalah kempa yang berfungsi mencetak tepung arang dengan ukuran mesh tertentu yang telah dicampur dengan perekat kanji sehingga menjadi briket arang dengan ukuran dan bentuk tertentu seperti: kubus, bulat tepung, dan atau bulat pepat. tekanan yang dihasilkan oleh kempa dapat berasal dari hidrolik maupun tekanan mekanik menggunakan ulir.
b.      Alat pengering hasil pertanian
            Alat pengering hasil pertanian, merupakan modifikasi alat dengan alat utama sumber panas, untuk mengurangi kadar air hasil pertanian dan baki (tray). yang berfungsi sebagai “alas jemur” pada proses penjemuran secara alami serta blower yang berfungsi menghantarkan panas melalui saluran tertentu (selang) sehingga mengenai permukaan produk yang akan dikeringkan.
c.       Alat pengambilan zat warna alam indigo
Proses pengambilan zat warna alam indigo pada dasarnya adalah bagaimana melakukan aerasi pada cairan hasil rendaman daun dari tanaman indigofera tinctoria.L. sirkulasi air dengan meggunakan pompa memungkinkan terjadinya proses aerasi.


B.   Rekayasa Pasar
Rekayasa pasar dalam demand terjadi bila seorang produsen/pembeli menciptakan permintaan palsu, seolah-olah ada banyak permintaan terhadap suatu produk sehingga harga jual produk itu akan naik. Hal ini terjadi misalnya dalam bursa saham (praktik goreng-menggoreng saham), bursa valas, dan lain-lain.
Cara yang ditempuh bisa bermacam-macam, mulai dari menyebarkan isu,melakukan order  pembelian, sampai benar-benar melakukan pembelian pancingan agar tercipta sentimen pasar untuk ramai-ramai membeli saham/mata uang tertentu. Bila harga sudah naik sampai level yang diinginkan, yang bersangkutan akan melakukan aksi ambil untung dengan melepas kembali saham/mata uang yang sudah dibeli, sehingga ia akan mendapatkan untung besar. Rekayasa
.           Rekayasa pasar dalam supply terjadi bila seorang produsen/penjual mengambil keuntungan di atas keuntungan normal dengan cara mengurangi supply agar harga produk yang dijualnya naik. Hal ini dalam istilah fikih disebut ihtikar.
Ihtikar biasanya dilakukan dengan membuat entry barrier, yakni menghambat produsen/penjual lain masuk ke pasar, agar ia menjadi pemain tunggal di pasar (monopoli). Karena itu, biasanya orang menyamakan ihtikar dengan monopoli dan penimbunan , padahal tidak selalu seorang monopolis melakukan ihtikar.
Demikian pula tidak setiap penimbunan adalah ihtikar. BULOG juga melakukan penimbunan, tetapi justru untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan. Demikian pula dengan negara apabila memonopoli sektor industri yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak, bukan dikategorikan sebagai ihtikar.
Ihtikar terjadi bila syarat-syarat di bawah ini terpenuhi:
(a)    Mengupayakan adanya kelangkaan barang baik dengan cara menimbun stock atau mengenakan entry-barriers ;
(b)    Menjual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan harga sebelum munculnya kelangkaan;

(c)    Mengambil keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan keuntungan sebelum komponen 1 dan 2 dilakukan.

Tugas Kewirausahaan (GAYA KEWIRAUSAHAAN PENDUDUK PRIBUMI DAN NON PRIBUMI)

Tugas Kewirausahaan

GAYA KEWIRAUSAHAAN PENDUDUK PRIBUMI DAN
NON PRIBUMI


UHO

OLEH :
MUHAMMAD KHOLIL JAYA
B1B114227





MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2015


KEWIRAUSAHAAN PENDUDUK PRIBUMI DAN NON PRIBUMI

pribumi dan non-pribumi tidak disoroti dari segi politiknya melainkan dari ilmu pengetahuan kewiraswastaan. Isu pri dan non-pri juga akan disoroti dari segi sosio-kultural, yaitu mempelajari segala cirri budaya (terutama budaya kerja), pandangan hidup, falsafah, tradisi kemasyarakatan serta segi-segi spriritual dari suatu kelompok etnis tertentu.
Salah satu perbedaan orientasi yang cukup kentara antara kalangan pribumi dengan etnis Cina adalah kaitannya dengan jiwa wirausaha dan etos kerja, dibandingkan dengan etnis pribumi, dalam hal ini adalah etnis Jawa. As’ad (Wijaya & Gusniaty, 2007 : 72) secara ringkas mendeskripsikan adanya sikap mental orang Jawa yang tidak mendukung wirausaha, yaitu mengambil keuntungan jangka pendek, cepat merasa puas, serta sikap anti resiko. Hal ini menurutnya karena orang Jawa lebih meletakkan pentingnya hubungan dengan orang lain sehingga menumbuhkan sikap mental untuk lebih tergantung pada koneksi daripada rasa percaya terhadap kemampuan diri sendiri. Koentjaraningrat (Wijaya & Gusniarty, 2007 : 73) melihat bahwa orang Jawa memiliki keyakinanhidup yang cenderung bersifat pasif. Keyakinan tersebut tergambar dari konsepsi hidup yang rela, narima, dan sabar.

Berbeda dengan itu, pada umumnya orang Cina memang dikenal memiliki sifat ulet dalam usaha. Willmoth seperti yang dikutip Martaniah (Wijaya & Gusniarty, 2007 : 85) memandang orang Cina di Jawa lebih kompetitif. Di samping itu mereka juga mempunyai usaha yang besar dan sangat mengusahakan prestasi, serta mempunyai tingkat aspirasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang Jawa.

Data statistik tahun 1930 memperlihatkan bahwa secara persentase di Indonesia lebih banyak orang Tionghoa berkecimpung dalam kegiatan perdagangan dibandingkan dengan orang pribumi atau Eropa (Suryadinata, 1984).

Dalam konteks budaya, masyarakat etnis Tionghoa selain mengambil strategi ekonomi dari nenek moyang mereka sekaligus mengadopsi sistem ekonomi yang berlaku di dunia modern. Pola penyesuaian dengan lingkungan budaya mereka tinggal merupakan ciri dari budaya bisnis yang diturunkan dari peradaban Cina. Demikian juga sumber daya manusia yang memadai menjadikan mereka sangat unggul. Dengan semangat dan sumber daya Cina yang handal, pengusaha etnis Tionghoa mampu menjalankan bisnisnya sehingga hampir 80% perekonomian Indonesia di tangan etnis Tionghoa (Usman, 2009).

Banyak pengusaha-pengusaha sukses justru adalah orang Tionghoa atau keturunan Tionghoa, meskipun etnis Tionghoa jumlahnya minoritas. Ciri-ciri positif budaya etnis Tionghoa dalam perilaku pengusaha etnis Tionghoa antara lain adalah teguh memegang janji, ulet berusaha, tekun, hemat dan kokohnya solidaritas kelompok. Perilaku-perilaku yang juga menonjol dalam dunia usaha adalah mementingkan hubungan antar pribadi, saling percaya, mereka tidak melakukan negosiasi jika tidak yakin apa yang dilakukannya, menjunjung tinggi kenikmatan hidup serta selalu mempelajari situasi demi strategi yang tepat (Mariza dalam Aurora, 2003).

Secara umum wirausaha keturunan Tionghoa memiliki empat karakteristik dan nilai lebih baik daripada wirausaha pribumi. Keempat karakteristik dan nilai lebih ini adalah sifat pantang menyerah, berani mengambil resiko, kecepatan dan fleksibilitas serta kemampuan keluarga sebagai lahan mendidik anak-anaknya menjadi wirausaha (Liao, 2001).

Hal-hal yang dipandang positif bagi kelompok etnis Tionghoa yang berpengaruh terhadap perilaku usaha antara lain adalah baik untuk mempunyai tujuan, mengatur perencanaan yang baik, tidak takut gagal, berjuang tanpa henti akan ide kreatif dan inovatif, serta memikirkan masa depan secara matang. Etos kerja mereka dipengaruhi ajaran Konfusius, yang menekankan bahwa keseriusan dan kerajinan sebagai aspek penting dalam hidup (Mariza dalam Aurora, 2003).

Di samping itu keunggulan etnis Tionghoa dalam berbisnis lebih disebabkan mereka ulet dan tekun serta tahan menderita sekaligus sangat pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka hidup. Pengusaha etnis Tionghoa sangat berpengalaman, berani dan dapat memahami peluang yang ditawarkan pasar serta membuat jaringan bisnis (Usman, 2009).

Nasution (2006) mengemukakan bahwa dalam berwirausaha yang paling perlu dikembangkan adalah motif berprestasi. Persaingan yang ketat dalam berwirausaha menuntut kemauan keras serta kesanggupan berpacu dalam keunggulan. Motif berafiliasi juga perlu diperhatikan karena wirausaha harus pandai meningkatkan kemampuan manajerial, menggerakkan orang lain dengan sebaik-baiknya, yaitu yang dilandasi dengan hubungan antar sesama yang baik.


Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar etnis Tionghoa berkecimpung dalam bidang perdagangan atau wirausaha. Hal tersebut disebabkan karena seorang wirausaha etnis Tionghoa memiliki motivasi yang positif, ulet dan tekun dalam hal berwirausaha, karena memang etos kerja mereka dipengaruhi oleh ajaran Konfusius, yang menekankan bahwa keseriusan dan kerajinan sebagai aspek penting dalam hidup.